Imam asy-Syafi'i rahimahullah (Wafat: 204H) menegaskan, “Tidak ada seorang pun melainkan ia wajib bermazhab dengan sunnah Rasulullah dan mengikutinya. Apa jua yang aku ucapkan atau tetapkan tentang sesuatu perkara (ushul), sedangkan ucapanku itu bertentangan dengan sunnah Rasulullah, maka yang diambil adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Dan demikianlah ucapanku (dengan mengikuti sabda Rasulullah).” (Disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam I’lam al-Muwaqq’in, 2/286)
__________________________________________________________________________________

| Nawawi | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Galeri Buku | Galeri MP3 | U-VideOo |
__________________________________________________________________________________

Rabu, 8 Oktober 2008

128 - Makanlah Dengan Tangan Kanan

Makanlah Dengan Tangan Kanan

http://fiqh-sunnah.blogspot.com

Makan dengan tangan kanan adalah merupakan salah satu adab dalam makan dan minum yang mungkin ada sebahagian dari kita masih tidak mengetahuinya. Begitulah hakikat hebatnya Islam, sehingga persoalan tatacara makan dan minum pun diajarkan, diterangkan dan ditekankan. Maka, kita sebagai individu muslim yang berpegang teguh dengan agama, pasti kita akan bersungguh-sungguh dalam mengikuti setiap disiplin atau apa jua petunjuk yang dijelaskan sama ada bersumberkan dari al-Qur’an mahupun as-Sunnah.

Dalam persoalan ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyampaikan pesanannya kepada kita dengan sabdanya (maksudnya),

“Apabila seseorang dari kamu makan, maka makanlah dengan tangan kanannya dan apabila minum, maka minumlah dengan tangan kanannya. Ini kerana sesungguhnya syaitan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” (Hadis Riwayat Muslim, Kitab al-Asyrabah)

Saranan Rasulullah tersebut tetap sah (valid) dan tetap perlu dipraktikkan walaupun kita makan dengan menggunakan sudu, chopsticks, garfu, atau selainnya, iaitu dengan semuanya dipegang (atau dikawal) dengan menggunakan tangan kanan.

Maka, inilah dia sebaik-baik petunjuk dan contoh yang perlu kita usahakan untuk mengikutinya dan mempraktikkannya, iaitu petunjuk dari junjungan mulia kita, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (maksudnya),

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu contoh tauladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut (mengingat) Allah.” (Surah al-Ahzaab, 33: 21)

1 ulasan:

Ahmad Syazwan B. Ahmad Tarmizi berkata...

sakit hati tgk kawan2 ada minum dgn tangan kiri.
sy nak bertanya soalan:
minum tangan kiri hukumnya jatuh kpd apa?
haram atau makruh?