Imam asy-Syafi'i rahimahullah (Wafat: 204H) menegaskan, “Tidak ada seorang pun melainkan ia wajib bermazhab dengan sunnah Rasulullah dan mengikutinya. Apa jua yang aku ucapkan atau tetapkan tentang sesuatu perkara (ushul), sedangkan ucapanku itu bertentangan dengan sunnah Rasulullah, maka yang diambil adalah sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Dan demikianlah ucapanku (dengan mengikuti sabda Rasulullah).” (Disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam I’lam al-Muwaqq’in, 2/286)
__________________________________________________________________________________

| Nawawi | Aqeedah | Fiqh | Anti Syirik | Galeri Buku | Galeri MP3 | U-VideOo |
__________________________________________________________________________________

Rabu, 20 Ogos 2008

110 - FADHILAT BERPUASA DI BULAN RAMADHAN

FADHILAT BERPUASA DI BULAN RAMADHAN

http://fiqh-sunnah.blogspot.com

1. Pengampunan Dosa

Dari Abi Hurairah radhiallahu 'anhu dari Nabi Shalallahu 'alaihi wasalam bersabda (yang erti nya): “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan ihtisab maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Hadis Riwayat al-Bukhari (4/99), Muslim (759))

Maksud “Penuh iman dan Ihtisab” di sini adalah membenarkan wajibnya puasa, mengharapkan pahalanya, hatinya senang dalam mengamalkan, tidak membencinya, dan tidak merasa berat dalam mengamalkannya.

Dari Abi Hurairah radhiallahu 'anhu juga Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam pernah bersabda (yang ertinya):

“Solat yang lima waktu, Juma'at ke Juma'at, Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa yang terjadi di antara senggang waktu tersebut jika menjauhi dosa besar”. (Hadis Riwayat Muslim (233))

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu juga, bahawa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa salam pernah naik mimbar kemudian berkata: “Amin, Amin, Amin”, ditanyakan kepadanya:”Ya Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam: Engkau naik mimbar kemudian mengucapkan: Amin, Amin, Amin? Beliau bersabda:

“Sesungguhnya Jibril ‘alaihissalam datang kepadaku, dia berkata: “Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tetapi tidak diampuni dosanya maka akan masuk neraka dan akan Allah jauhkan dia, katakan: “Amin”, maka akupun mengucapkan : Amin……”.” (Hadis Riwayat Ibnu Khuzaimah (3/192), Ahmad (2/246 dan 254) dan al-Baihaqi (4/204) dari jalan Abu Hurairah. Hadis ini sahih, asalnya terdapat dalam “Sahih Muslim” (4/1978))

2. Dikabulkannya do'a dan pembebasan dari api neraka

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam bersabda (yang ertinya): “Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo'a akan dikabulkan do'anya.” (Hadis Riwayat al-Bazzar (3142), Ahmad (2/254) dari jalan A'mas, dari Abu Shalih dari Jabir, diriwayatkan oleh Ibnu Majah (1643) darinya dengan ringkas dari jalan lain, hadits sahih. Do'a yang dikabulkan itu adalah ketika berbuka - lihat “Misbahuh Azzujajah” (no. 604) karya al-Bushiri)

3. Orang yang berpuasa termasuk shidiqin dan syuhada

Dari Amr bin Murrah al-Juhani Radhiallahu 'anhu berkata: Datang seorang lelaki kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wasalam kemudian berkata: “Ya Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku bersaksi bahawa tidak ada sesembahan yang hak untuk diibadahi kecuali Allah, engkau adalah Rasulullah Shalallahualaihi wasalam, aku solat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku melaksanakan puasa Ramadhan dan solat tarawih di malam harinya, termasuk orang yang manakah aku? Beliau menjawab: “Termasuk dari shidiqin dan syuhada”. (Hadis Riwayat Ibnu Hibban (no. 11 di dalam Zawaidnya) sanadnya sahih)

Tiada ulasan: